Selasa, 23 September 2014

IndiLearning Guru untuk Generasi Emas Indonesia




     Pengelola sekolah gratis SMA Terbuka 5 Depok menghadiri kegiatan IndiLearning Guru untuk Generasi Emas Indonesia digedung Kemendiknas LT 3 17 sd 18 September 2014 . Kegiatan ini dilaksanakan di 8 kota diIndonesia yaitu Jakarta - Medan - Palembang - Surabaya - Banjarmasin - Jayapura - Singapura - Makassar 
      Kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterbelakangan peradaban menjadi tiga penyakit laten yang terdeteksi dari bangsa Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan pendidikan menjadi jalan yang diharapkan bisa memotong mata rantai ketiga penyakit itu.
 
Nuh mengibaratkan pendidikan merupakan pisau yang paling tajam untuk memotong segala bentuk kemiskinan yang ada di Indonesia. Salah satu komponen yang paling penting dalam pendidikan yakni guru, yang menjadi salah satu kunci paling mendasar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pasalnya, satu guru baik akan mampu menulari guru-guru yang lain.
       
       
Pelatihan Guru Mendikbud Mohammad Nuh (tengah) memukul gong, disaksikan Dirut PT Telkom Arief Yahya (kedua kiri) dan Pemimpin Redaksi Harian Republika Nasihin Masha (kiri) saat membuka IndiLearning Bagimu Guru Kupersembahkan, di Jakarta, Rabu (17/9).
"Kita tidak ingin mendikotomikan guru dan kurikulum. Kurikulum harus kita bangun lebih dulu, lalu kita juga mendorong para guru," ujar Nuh, Rabu (17/9).

Menurut Nuh, tidak harus menunggu semua guru siap untuk memperbaiki pendidikan.  Namun, kualitas guru yang baik diharapkan akan mampu membawa dunia pendidikan ke arah yang lebih positif. Untuk mendukung guru-guru makin berkualitas, Kemendikbud bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menggelar program IndiLearning.

Seribu guru terpilih akan mendapatkan pelatihan di bidang teknologi dan informasi, termasuk sosialisasi Kurikulum 2013, pembelajaran abad 21, integrasi teknologi dan praktik terbaik pembelajaran inovatif, pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran serta public speaking.

Untuk pelatihan pembelajaran abad 21, Telkom bekerja sama dengan Intel. Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Arief Yahya mengatakan, dari 330 ribu sekolah dan 3 juta guru yang ada di Indonesia, baru 5.000 guru yang terhitung benar-benar paham Kurikulum 2013 dan melek teknologi. Menurut dia, tidak ada cara lain untuk meningkatkan daya saing bangsa kecuali mempercepat pertumbuhan guru-guru berkualitas.

Global Competitiveness Index Indonesia saat ini ada di posisi ke-34. Masih cukup jauh tertinggal dibandingkan Singapura dan Thailand yang berada di posisi kedua dan 31. Apalagi, tahun depan kita sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean yang bukan hanya arus barang dan jasa saja yang akan masuk ke Indonesia. "Yang perlu ditransformasi dari Indonesia yakni guru-gurunya, agar bisa membentuk negara yang unggul," ujar Arif.

republika online

Alumni Angkatan 2014 Mendapat Beasiswa Kuliah

    
     Sabtu 13 September 2014 Alida Fatmawati alumni sekolah gratis SMA Terbuka 5 Depok mendapatkan beasiswa kuliah D3 dari Bapak Sabung Riyadi salah satu Manager di Ford Motor Indonesia . Alida Fatmawati telah diterima di Universitas Pamulang Program Diploma D3 Akuntansi . Dalam kesempatan penyerahana uang kuliah awal Bapak Sabung dan Istri berharap bantuan beasiswa ini bisa bermanfaat dan berharap Alida Fatmawati bisa intensif berkomunikasi membahas masalah perkuliahan . Semoga proses perkuliahan Alida Fatmawati bisa lancar dan mendapat ilmu yang bermanfaat .

Bimbingan Teknis SMA Terbuka Berbasis TIK





     Pengelola SMA Terbuka 5 Depok TKB Cinangka , Ibu Azizah mengikuti Bimbingan Teknis SMA Terbuka Berbasis TIK yang dilaksanakan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan ( PUSTEKKOM ) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 08 sd 12 September 2014 di Bogor Jawa Barat .
        Bimtek ini dilaksanakan dalam betuk teori dan praktek selama 36 jam dengan materi :
        1. Kebijakan Pemanfaatan TIK Untuk Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh
        2. Prinsip - Prinsip Pembelajaran Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh
        3. Pemanfaatan Portal Rumah Belajar Untuk SMA Terbuka
        4. Prinsip - Prinsip Pembuatan Bahan Belajar
        5. Pembuatan Rancangan Pembelajaran Online Pada Portal Rumah Belajar
        6. Pembuatan Materi Belajar Pada Pembelajaran Online Portal Rumah Belajar
        7. Pembuatan Evaluasi / Tes Pembelajaran Online Pada Portal Rumah Bejar
        8. Pemanfaatan Pembelajaran Online Melalui Rumah Belajar
Kegiatan Bimtek ini dibuka oleh Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Dr. Ir. Ari Santoso, DEA .

Sabtu, 13 September 2014

80 Siswa SMA Terbuka 5 Depok Ikuti Psikotes

   
     Sabtu 06 September 2014 Delapan puluh siswa/i sekolah gratis SMA Terbuka 5 Depok mengikuti psikotes yang diadakan di SMAN 5 Depok untuk siswa kelas X . Kedelapan puluh siswa/i tersebut berasal dari TKB Generasi Harapan , TKB Cinangka dan TKB Jabon Mekar . Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk mengenali potensi para siswa . 
       Sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki peranan besar dalam mendukung pembangunan nasional, maka siswa diharapkan dapat menjadi sumber daya yang berkualitas, tidak hanya cerdas, tapi juga kreatif, produktif, bermoral luhur, mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan kehidupan yang bermacam ragam serta memiliki keimanan dan ketaqwaan sesuai agama dan kepercayaannya masing masing. Kualitas siswa banyak dipengaruhi oleh lingkungan anak, termasuk cara pendidikan yang diperoleh mulai dari orang tua, lingkungan serta gurunya yang sangat berpengaruh besar dalam membentuk kepribadian anak.
           Guru memiliki peranan yang sangat besar untuk dapat meningkatkan kempuan dan kecerdasan para siswa. Hal ini sekaligus merupakan tantangan bagi guru. Sesuai Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
            Di Era Globalisasi orang tua dan guru hendaklah dapat mengimbangi proses pendidikan dengan kebutuhan serta bakat kemampuan siswa yang hakiki. Oleh sebab itu, dalam usaha mengenal dan menggali potensi anak, sangat diperlukan media pengukuran untuk mengetahui potensi anak lebih lanjut.  Psikotes merupakan analisa yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tujuan dari dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan faktor-faktor yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, gaya belajar, minat dan bakat, serta inteligensi.
              

Tujuannya adalah untuk mengukur Tingkat Kecerdasan Dasar, Bakat, Minat dan Kepribadian siswa serta Kelanjutan Studi, Mengenali kelemahan dan kelebihan masing-masing aspek psikologis pada setiap diri siswa, Mengidentifikasi metode pengembangan untuk meningkatkan potensi siswa, Menelusuri kesalahan belajar dan pengarahan selanjutnya (Bimbingan Konseling), serta Mengukur kemajuan prestasi sekolah maupun prestasi umum siswa.
      Sedangkan dalam Undang–Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan khususnya pada pasal 45 disebutkan bahwa: “Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan yang sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal serta menjadi sumber daya yang berkualitas”. Pendidikan di sekolah seyogyanya tidak semata-mata pemberian ilmu pengetahuan, tetapi secara luas juga dimaksudkan untuk pembentukan kepribadian, watak dan moral. Sikap dan perilaku guru amat besar pengaruhnya terhadap suasana pendidikan, sehingga dapat mendukung perkembangan perilaku dan mental emosional anak, agar mereka mampu menghadapi tantangan dalam kehidupan dan berkembang menjadi sumber daya yang berkualitas. Untuk itu guru perlu dibekali berbagai pengetahuan antara lain, ilmu perkembangan psikologi anak didik, pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendidik juga  harus disesuaikan dengan kebutuhan remaja tersebut.

     Pemeriksaan yang menggunakan prinsip-prinsip psikologi untuk mengukur potensi psikologis seseorang (mental ability) dikaitkan dengan Kriteria tertentu. Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang. Tujuan dari dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan factor-faktor yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, dan intelegensi. Jadi sederhananya, psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut. Jadi dalam psikotes, kemampuan yang diukur tidak melulu terkait dengan IQ seseorang. Selain tes IQ ada juga tes kepribadian. Dari integrasi tes-tes tersebut, maka akan diperoleh gambaran mengenai orang yang dites dan diharapkan dapat memberikan masukan dalam menentukan berbagai macam kebijakan pendidikan. Kegunaan psikotes untuk mengetahui potensi psikologis seseorang (kecerdasan, stabilitas emosi, sosiabilitas, sikap kerja atau kecenderungan-kecenderungan lainnya) dalam menghadapi suatu situasi/pekerjaan.
Tujuan nya adalah
·   Mengukur Tingkat Kecerdasan Dasar, Bakat, Minat dan Kepribadian siswa serta Kelanjutan Studi
·     Mengenali kelemahan dan kelebihan masing-masing aspek psikologis pada setiap diri siswa
·     Mengidentifikasi metode pengembangan untuk meningkatkan potensi siswa
·     Menelusuri kesalahan belajar dan pengarahan selanjutnya (Bimbingan Konseling)
·     Mengukur kemajuan prestasi sekolah maupun prestasi umum
·     Melengkapi data agar lebih akurat untuk sekolah/ guru pembimbing dan orang tua
·     Membantu siswa dalam memilih sekolah lanjutan.

Sabtu, 06 September 2014

SOSIALISASI DAN BIMBINGAN TEKNIS BANTUAN HIBAH PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU TH 2014



     Kepala SMA Negeri Terbuka 5 Depok dan Pengelola TKB Cinangka mengikuti Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Bantuan Hibah Pembangunan Ruang Kelas Baru ( RKB ) SMA / MA Angkatan II Tahun Anggaran 2014 Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dinas Pendidikan di Hotel Pesona Bambu Jalan Raya Lembang no 224 Lembang Kab Bandung Barat 28 sd 30 Agustus 2014 .
    
    Bantuan program pemerintah melalui dinas pendidikan sekolah menengah atas [sma ] mempunyai tujuan penting peningkatan pelayanan pembangunan sarana dan prasarana tempat pendidikan hususnya. Melalui kucuran bantuan dana hibah anggaran perubahan dari provinsi Jawa Barat, yang dialokasikan untuk pembangunan ruang kelas baru [RKB), sebeasar Rp.90,000 000/lokal. Pencairan dilakukan melalui rekening sekolah, dengan pekerjaan sistem sewakelola oleh pihak sekolah dan dibentuk tim pelaksana [P2S).

     Kurnia Rahman selaku Pengelola Sekolah gratis SMA Negeri Terbuka 5 Depok berharap bantuan hibah RKB ini bisa semakin meningkatkan daya tampung siswa kurang mampu yang ingin tetap bersekolah, saat ini saja siswa baru sudah mencapai 60 an belum lagi ditambah dengan siswa pindahan yang mengalami masalah keuangan disekolah reguler . Bantuan 2 ruang kelas baru ini nantinya akan dijadiakan tempat sholat untuk siswi dan ruang komputer / perpustakaan karena ruang komputer / perpustakaan yang ada dijadikan kelas sementara .